November 21, 2016

Asal Mula Gerabah

Asal Mula Gerabah

tanah liat bahan baku gerabah

Gerabah Sitiwinangun Cirebon.
Gerabah diperkirakan telah ada semejak masa pra Sejarah, tepatnya setelah manusia hidup menetap dan mulai bercocok tanam. Dengan adanya temuan berupa banyak tembikar yang berfungsi sebagai peralatan rumah tangga atau keperluan religius seperti upacara dan penguburan. tembikar yang paling sederhana dibentuk dengan hanya menggunkan tangan, yang berciri adonan kasar dan bagian pecahannya dipenuhi oleh jejak-jejak tangan (sidik jari), selain itu bentuknya kadang tidak simetris. selain dibuat dengan teknik tangan, Gerabah yang lebih modern dibuat dengan menggunakan tatap-batu dan roda putar (perbot) Macam Sunting Piring Kendi Guci Tempayan Anglo Kuali Celengan Pot Gerabah hiasan Cara pembuatan Sunting Pengambilan tanah liat.

Tanah liat diambil dengan cara menggali secara langsung ke dalam tanah yang mengandung banyak tanah liat yang baik. Tanah liat yang baik berwarna merah coklat atau putih kecoklatan. Tanah liat yang telah digali kemudian dikumpulkan pada suatu tempat untuk proses selanjutnya. Persiapan tanah liat. Tanah liat yang telah terkumpul disiram air hingga basah merata kemudian didiamkan selama satu hingga dua hari. Setelah itu, kemudian tanah liat digiling agar lebih rekat dan liat. Ada dua cara penggilingamn yaitu secara manual dan mekanis.

Penggilingan manual dilakukan dnegan cara menginjak-injak tanah liat hingga menjadi ulet dan halus. Sedangkan secar mekanis dengan menggunakan mesin giling. Hasil terbaik akan dihasilkan dengan menggunakan proses giling manual. Proses pembentukan. Setalah melewati proses penggilingan, maka tanah liat siap dibentuk sesuai dengan keinginan. Aneka bentuk dan disain depat dihasilkan dari tanah liat. Seberapa banyak tanah liat dan berapa lama waktu yang diperlukan tergantung pada seberapa besar gerabah yang akan dihasilkan, bentuk dan disainnya. Perajin gerabah akan menggunakan kedua tangan untuk membentuk tanah liat dan kedua kaki untuk memutar alat pemutar (perbot). Kesamaan gerak dan konsentrasi sangat diperlukan untuk dapat melakukannya. Alat-alat yang digunakan yaitu alat pemutar (perbot), alat pemukul, batu bulat, kain kecil.

Air juga sangat diperlukan untuk membentuk gerabah dengan baik. Penjemuran. Setelah bentuk akhir telah terbentuk, maka diteruskan dengan penjemuran. Sebelum dijemur di bawah terik matahari, gerabah yang sudah agak mengeras dihaluskan dengan air dan kain kecil lalu dibatik dengan batu api. Setalah itu baru dijemur hingga benar-benar kering. Lamanya waktu penjemuran disesuaikan dengan cuaca dan panas matahari. Pembakaran. Setalah gerabah menjadi keras dan benar-benar kering, kemudian banyak gerabah dikumpulkan dalam suatu tempat atau tungku pembakaran. Gerabah tersebut kemudian dibakar selama beberapa jam hingga benar-benar keras. Proses ini dilakukan agar gerabah benar-benar keras dan tidak mudah pecah. Bahan bakar yang digunakan untuk proses pembakaran adalah jerami kering, daun kelapa kering ataupun kayu bakar. Penyempurnaan. Dalam proses penyempurnaan, gerabah jadi dapat dicat dengan cat khusus atau diglasir sehingga terlihat indah dan menarik sehingga bernilai jual tinggi.

Asal Mula Gerabah

November 11, 2016

Mui Ramadhan Aria Pengrajin Gerabah Sitiwinangun

Mui Ramadhan Aria Pengrajin Gerabah Sitiwinangun

mui pengrajin gerabah sitiwinangun
Mui baru-baru ini ia diangkat sebagai salah satu stap di Desa Sitiwinangun.

Mui Ramadhan Aria Pemuda yang akrab dipanggil Ang Mui ini adalah seorang penghobi fotografi.
Menggerabah baginya adalah suatu konsekuensi untuk meneruskan warisan leluhur, membantu pengrajin dalam publikasi gerabah.
Berharap agar industri rumahan dikampungya bisa dikenal dan laku dipasar untuk menghidupi keluarga, terutama menghadapi pasar MEA (Masyarakat Ekonomi Asean).
Adapun hasil gerabah yang diproduksi memang masih belum banyak.. Ia masih memfokuskan pada pembuatan  barang-barang kecil, seperti sufenir pernikahan, vas bunga, tempat pensil dan pernak pernik gantungan kunci.
Namun tidak membatasi pemasaran dengan produk yang ia hasilkan. Pemuda ini juga menerima pesanan gerabah apa saja yang dihasilkan dari masyarakat Pengrajin Gerabah Sitiwinangun.

"Bila dikampung kami sudah tidak ada lagi yang anjun (membuat gerabah), maka nama desa Stiwinangun hanya tinggal sebuah nama"
"Kami tidak ingin seperti itu..!!!" ujarnya.

Sebuah idealisme yang disampaikan pemuda ini memeng beralasan, karena arti dan asal nama desa Sitiwinangun sendiri memang dari masyarakatnya yang bermata pencaharian sebagai pembuat gerabah.

Siti adalah Tanah_Winangun adalah Dibangun.

Inilah beberapa contoh produk gerabah yang dihasilkan oleh Mui Ramadhan Aria.
kerajinan gerabah

Mui Ramadhan Aria Pengrajin Gerabah Sitiwinangun

Oktober 31, 2016

Profil Penggerabah Sitiwinangun Berjiwa Sosial

Profil Penggerabah Sitiwinangun Berjiwa Sosial


Arkima atau akrab di panggil Ribon. Lahir 28 Agustus 1985, Ini juga adalah satu pengGerabah muda dari Sitiwinangun. Ia belajar menggerah dari seorang penggerabah yang sama dengan posting saya sebelumnya, namanya sudah tidak asing lagi karena sering saya sebut namanya hampir disetiap postingan, beliau adalah Bapak Kadmia.

Seperti yang sudah saya sebut di judul posting ia Berjiwa sosial, banyak sekali dari kalangan penggerabah yang ia bantu, berupa tenaga, atau pun lainnya, termasuk Saya, yang sering mendapat bantuan he, 😃😃😃

Kegiatannya saat ini selain menggerabah, mengelola tanah, mengurus showroom dan workshop Gerabah Sitiwinangun Cirebon Ia juga menjabat sebagai salah satu stap di desa Sitiwinagun. Nah,,, kalau mau berkunjung atau ingin melihat lebih jauh tentang Gerabah Sitiwinangun.  Anda bisa datang ke Alamat Desa Sitiwinangun, Kematan Jamblang, Kabupaten Cirebon Jawa Barat. Kurang lebih sekitar 15 kilo meter dari arah kota cirebon.


Profil Penggerabah Sitiwinangun Berjiwa Sosial

Oktober 30, 2016

Nuradi Penerus Penggerabah Sitiwinangun Muda

Nuradi Penerus Penggerabah Sitiwinangun Muda





Nuradi Lahir tanggal 18 juni 1981. Desa sitiwinangun, kecamatan jamblang, kabupaten cirebon jawa barat. Adalah salah satu penggerabah yang bisa dibilang baru atau masih belajar. Didalam menggerabah banyak ide-ide yang diterapkan, ya meskipun ide-nya kebanyakan konyol, 😃😃😃 maksudnya tidak semua ide-nya konyol.

Kegiatan sehari-harinya mengelola tanah liat,  yang nantinya tanah liat tersebut dijual kepada para pengraji Gerabah Sitiwinangun. Memilih pekerjaan sebagai penggerabah, cita-citanya sungguh sangat mulia ingin meneruskan apa yang diwariskan leluhur.

Ia belajar menggerabah dari salah satu penggerabah yang sangat terkenal keahliannya dalam menggerabah bapak Kadmia. Suatu upaya yang tidak sia-sia yang dilakukan Bapak Kadmia yang saat ini menjabat sebagai kepala dusun (kadus), banyak sekali dari kalangan pemuda dan pemudi yang mau menggerabah lagi, termasuk Saya.

Demikianlah sekilas profil penggerabah sitiwinangun.

         Nuradi Penerus Penggerabah Sitiwinangun Muda